Labels

Sunday, 29 January 2012

Ya Hamilal Qur'an (Wahai penghafal Al-Qur'an)

cahayamalamdibulanjuli.wordpress.com
Wahai penghafal Al-Qur’an,
sesungguhnya Allah Ar-Rahman 
telah mengistimewakan engkau dengan karunia, 
mahkota, ruh, dan bunga nan sedap aromanya. 

Wahai orang yang selalu membaca Al-Qur’an  
dengan tartil, 
kabar gembira untukmu di hari kiamat;
engkau ‘kan beruntung 
dengan mendapat ampunan.  

Wahai pembaca ayat-ayat Al-Qur’an,  
baik saat bersama banyak orang  
maupun dalam kesendirian,    
seluruh langit turut merekah menyertaimu 
dan jagad raya pun menghirup aroma sedapmu

Membaca Al-Qur’an merupakan ibadah yang paling utama dan dicintai Allah. Dalam hal ini para 
ulama sepakat, bahwa hukum membaca Al-Qur’an adalah wajib ‘ain. Maknanya, setiap individu 
yang mengaku dirinya muslim harus mampu baca Al-Qur’an dengan baik dan benar. Kalau tidak, 
maka ia berdosa.

Karena bagaimana mungkin kita mengamalkan al-Qur’an tanpa mau membaca dan memahaminya.Beriman
terhadap Al-Qur’an bukan sekedar percaya saja, namun mesti dibuktikan dengan implementasi yang nyata
sebagai tuntutan dari iman tersebut yaitu membaca, memahami dan mengamalkannya dalam kehidupan
sehari-hari.

Al-Qur’an merupakan pedoman, konsep, dan aturan hidup manusia. Dalam konteks hablum minallah,
Al-Qur’an mengatur relasi hamba dengan khaliqnya. Hubungan vertikal ini dalam bahasa syariat disebut
ibadah seperti shalat, puasa, zakat dan haji. Sedangkan dalam konteks hablum minan naas, Al-Qur’an
menjelaskan tata cara pergaulan dan hubungan manusia dengan dirinya, manusia lain dan makhluk Allah
lainnya. Hubungan horizontal ini dikenal dengan sebutan muamalah. Konkritnya, Al-Qur’an memberi
petunjuk bagaimana mencapai kebahagiaan hidup di dunia dan di akhirat.

Mengamalkan al-Qur’an merupakan kewajiban bagi setiap muslim, bahkan menjadi syarat utama menjadi
seorang yang beriman. Allah swt dan Rasul-Nya saw telah memerintahkan kita untuk mengamalkan ajaran
al-Qur’an dan as-Sunnah, agar kita selamat dunia dan akhirat. Bahkan Rasulullah saw mengingatkan kita
akan penting pengamalan terhadap al-Qur’an dan sunnah Rasul saw dengan sabdanya, “Aku tinggalkan
kepada kamu sekalian dua hal, jika kamu berpegang teguh kepada keduanya niscaya kamu tidak
akan sesat selama-lamanya, yaitu al-Qur’an dan Sunnah Rasul saw.” (H.R. At-Tirmizi)

Hadits ini menunjukkan bahwa orang yang sesat itu orang meninggalkan ajaran al-Qur’an dan As-Sunnah.
Namun sayangnya, selama ini kebanyakan umat Islam telah meninggalkan al-Qur’an. Al-Qur’an tidak
mendapat perhatian dan tidak dibaca untuk diamalkan sebagaimana mereka sibuk membaca bacaan lain
selainnya. Selama ini kita mampu membaca surat kabar, majalah dan buku setiap hari, namun kita tidak
mampu membaca al-Qur’an.

mimpipejuang.wordpress.co
Kita mampu membaca dan mengkhatamkan surat
kabar yang jumlah kata atau hurufnya hampir sama
dengan 1 juz al-Qur’an dalam waktu belasan menit,
namun kita tidak mampu membaca beberapa
halaman dari al-Qur’an. Begitu pula kita mampu
membaca majalah yang tebalnya seperempat atau
sepertiga al-Qur’an dalam waktu beberapa jam,
namun giliranya membaca al-Qur’an kita tidak
mampu membaca beberapa juz dalam waktu yang
sama. Bahkan kita mampu membaca dan
mengkhatamkan buku novel, komik dan roman
yang tebalnya sama dengan al-Qur’an dalam waktu
seminggu, namun kita tidak mampu
mengkhatamkan al-Qur’an dalam waktu yang
sama, bahkan sebulan sekalipun. Inilah kondisi
iman kita saat ini yang sangat lemah dan kritis.

Sejatinya kita bercermin kepada kehidupan
orang-orang yang shalih. Mereka menjadikan al-Qur’an sebagai buku bacaan hariannya. Mereka tidak
pernah bosan dan kenyang dengan al-Qur’an, sebagaimana diungkapkan oleh Utsman bin Affan radhiyallahu
‘anhu, “Kalau hati kita bersih, maka kita tidak pernah kenyang dengan al-Qur’an.” Karena dengan
senantiasa membaca al-Qur’an, kita akan mendapatkan banyak kebaikan.

Asy syahid Sayyid Quthub mengatakan dalam muqaddimah tafsirnya, “Hidup dalam naungan al-Qur’an
adalah nikmat. Nikmat yang hanya diketahui oleh siapa yang telah merasakannya. Nikmat yang akan
menambah usia, memberkahi dan menyucikannya.”

Firman Allah Swt: “Dan Kami turunkan kepadamu Al-Kitab (Al-Qur’an) untuk menjelaskan segala sesuatu
dan petunjuk serta rahmat dan kabar gembira bagi orang-orang yang berserah diri.” (An-Nahl: 89)

Firman Allah Swt: “Sesungguhnya telah datang kepadamu cahaya dari Allah, dan kitab yang menerangkan.
Dengan kitab itulah Allah menunjuki orang-orang yang mengikuti keridhaan-Nya ke jalan keselamatan, dan
(dengan kitab itu pula) Allah mengeluarkan orang-orang itu dari gelap gulita kepada cahaya yang terang
benderang dengan seizin-Nya dan menunjuki mereka ke jalan yang lurus.” (Al-Ma’idah: 15-16).

Firman Allah Swt: “Hai manusia, sesungguhnya telah datang kepadamu pelajaran dari Tuhanmu dan
penyembuh bagi penyakit-penyakit (yang berada) dalam dada dan petunjuk serta rahmat bagi ouang-orang
yang beriman. ” (Yunus: 57).


Sungguh banyak keutamaan dan keuntungan yang diperoleh bagi orang yang membaca al-Qur’an.
Keuntungan tersebut tidak dimiliki oleh bacaan lainnya seperti surat kabar, majalah dan buku. Diantara
keutamaan dan keuntungan orang yang membaca al-Qur’an yaitu; 


Pertama: orang yang membaca Al-Qur’an akan mendapatkan syafaat (pertolongan) pada hari Kiamat nantinya berdasarkan sabda Rasulullah saw bersabda: ”Bacalah al-Qur’an, sesungguhnya ia akan datang pada hari kiamat nanti memberi syafaat bagi orang yang membacanya.” (H. R. Muslim). Tentunya tidak hanya sekedar membaca, juga mengamalkannya. Namun demikian, tanpa membaca al-Qur’an maka tidak mungkin kita mengamalkannya. Selain Rasulllah saw, tidak seorangpun yang mampu memberikan pertolongan kepada seseorang pada hari hisab, kecuali al-Qur’an yang dibaca selama ia hidup di dunia.

Kedua, Rasulullah saw menegaskan bahwa orang yang terbaik di antara manusia adalah orang yang mau mempelajari dan mengajarkan Al-Qur’an, sesuai dengan sabdanya, ”Sebaik-baik kalian adalah yang mempelajari al-Qur’an dan yang mengajarkannya” (H.R. Bukhari). Oleh karena itu, orang yang terbaik di dunia ini bukanlah orang yang punya memiliki harta yang melimpah, jabatan maupun pangkat yang tinggi. Namun, disisi Allah Swt orang terbaik itu adalah orang yang mau belajar al-Qur’an dan mengajarkan kepada orang lain.

Ketiga, orang yang pandai membaca Al-Qur’an akan disediakan tempat yang paling istimewa di surga bersama para malaikat yang suci. Sedangkan orang yang membaca terbata-bata (belum pandai), maka ia akan diberi dua pahala yaitu pahala mau belajar dan kesungguhan membaca, sesuai dengan sabda Rasulullah saw, ”Orang yang pandai membaca Al-Qur’an akan ditempatkan bersama kelompok para Malaikat yang mulia dan terpuji. Adapun orang yang terbata-bata dan sulit membacanya akan mendapat dua pahala.” (H.R Bukhari & Muslim).

Keempat, kejayaan suatu umat Islam itu dengan membaca al-Qur’an dan mengamalkannya. Namun sebaliknya, musibah yang menimpa umat ini disebabkan karena sikap acuh tak acuh kepada al-Qur’an dan meninggalkannya. Rasulullah saw bersabda: ”Sesungguhnya Allah Swt meninggikan (derajat) ummat manusia ini dengan Al-Qur’an dan membinasakannya pula dengan Al-Qur’an” (H.R Muslim). Inilah rahasia mengapa generasi awal umat Islam (generasi sahabat, tabi’in dan tabi’itabi’in) menjadi generasi terbaik umat ini sebagaimana dinyatakan oleh Rasul saw. Mengapa demikian? Jawabannya adalah karena mereka mengamalkan al-Qur’an dan sunnah Rasul saw. Maka Islampun berjaya pada masa-masa mereka, sehingga tersebar keseluruh penjuru dunia. Namun, setelah generasi tersebut sampai saat ini umat Islam meninggalkan al-Qur’an sehingga umat Islam menjadi lemah dan hina karena dijajah oleh orang kafir, bahkan dizalimi dan dibunuh seenaknya oleh orang kafir akibat meninggalkan al-Qur’an.

Kelima, orang yang membaca dan mendengar Al-Qur’an akan mendapatkan sakinah, rahmah, doa malaikat dan pujian dari Allah. Nabi saw bersabda: ”Tidaklah suatu kaum berkumpul dalam salah satu rumah Allah (masjid) untuk membaca Kitabullah (al-Qur’an) dan mempelajarinya, melainkan ketenangan jiwa bagi mereka, mereka diliputi oleh rahmat, dikelilingi oleh para malaikat, dan Allah menyebut nama-nama mereka di hadapan para Malaikat yang ada di sisi-Nya.” (H.R Muslim).
        Memang, membaca dan mendengarkan ayat-ayat al-Qur’an menentramkan hati kita sebagaimana ditegaskan dalam firman Allah Swt, ““...Ingatlah, hanya dengan zikir (mengingat) Allah hati menjadi tenang”. (Q.S Ar-Ra’d: 28). Al-Qur’an merupakan zikir yang paling afdhal (utama). Oleh karena itu, ketenangan tidaklah diperoleh dengan harta yang banyak, pangkat dan jabatan, namun diperoleh dengan sejauh mana interaksi kita dengan al-Qur’an.

Keenam, mendapat pahala yang berlipat ganda. Rasulullah Saw bersabda: ”Barangsiapa yang membaca satu huruf Kitabullah maka ia mendapat satu kebaikan, dan satu kebaikan akan dibalas dengan sepuluh kali lipatnya. Aku tidak mengatakan alif laam miim itu satu huruf, tapi alif itu satu huruf(H.R at-Tirmizi) Membaca “alif lam mim” saja kita mendapatkan pahala sebanyak 30 kebaikan, maka bagaimana dengan membaca sejumah ayat-ayat yang dalam satu halaman al-Qur’an? Bahkan berapa jumlah pahala yang kita peroleh bila kita mampu membaca 1 juz dengan jumlah huruf ribuan atau ratusan ribu? Tentu pahalanya sangat banyak, bahkan kita tidak sanggup menghitungnya.

Disarikan dari Materi kajian Al-Qur'an Ponpes Takwinul Mubhalighin dan http://www.eramuslim.com
================================================================
PERHATIAN !
Buat Sista dan Bunda yang punya masalah seputar  Kecantikan, kewanitaan dan kandungan:
- Jerawat tak kunjung sembuh
- Noda Jerawat yang tak kunjung hilang
- Luka bakar, oprasi yang buat anda ga pede
- Keputihan
- Gatal, gatal, bau tak sedap di mis v
- Kanker servick, miom
- Kegemukan
- Terlalu kurus
- Sudah lama menikah belum HAMIL
Temukan solusinya di tempat kami
Konsultasi GRATIS via sms/wa 085643035547
bb 75966580 

Renungan pagi

Pagi ini, nampak langit begitu bersahabat dengan kita. Angin pun berhembus pelan menunjukan kehangatan terhadap semua mahluk. Iya pagi yang sangat indah, pagi yang menginspirasi, pagi dimana aku mulai tersadar. Sadar diri terhadap semua yang telah diperbuat oleh tangan dan kaki ini, lidah yang tajam ini, bahkan hati yang sering salah merasa.
ayeshatom.blogspot.com

Beberapa hari terakhir memang seolah hari ini terasa kering dan tak bermakna. Semua hal yang dilakukan seolah tak bermakna dan mungkin tak bernilai sedikitpun di mata Allah. Pengorbanan waktu, harta bahkan darah ini mungkin tak bernilai sedikitpun dimata-Mu ya Rabb.

Iya aku disilakuan oleh kemegahan dunia. Aku silau akan penghargaan orang lain, aku silau akan perhatian orang lain bahkan aku silau ingin didengar oleh orang lain. Tapi setelah aku berfikir jauh, sebetulnya apa yang aku cari, harta? jabatan? Atau gila hormat?

Astagfirullah, aku sudah terlena, aku sudah terjerumus kelembah kemaksiatan. Tanpa kusadari mungkin lisan ini sering menggores luka dihati saudaraku. Tanpa kusadari mungkin tangan dan kaki ini sering berlaku zalim terhadap saudaraku. Tanpa kusadari pula mungkin hati ini sering iri padamu.
Perlahan kucoba merenungi beberapa lirik lagu taubat
...........
Wahai Tuhan jauh sudah
Lelah kaki melangkah
Aku Hilang
Tanpa Arah
Rindu hati sinarmu
...........
Wahai Tuhan aku lemah
Hina berlumur noda
Hapuskanlah terangilah
Jiwa sihitam jalanku
...........
Ampunkanlah aku
Terima taubatku
Sesungguhnya engaku sang maha pengampun dosa
...........
Ya Rabbi izinkanlah
Aku kembali padamu
Meski mungkin takkan sempurna
Aku sebagai hambamu
...........
Ampunkanlah aku
Terima taubatku
Sesungguhnya engaku sang maha pengampun dosa
Berikanlah aku
kesempatan waktu
Aku ingin kemmbali
Kembali
...........
Dan meski tak layak
Sujud padamu
Dan sungguh tak layak
Aku.....
(Taubat, By Opick)


Seperti itulah mungkin gambaran hidup kita. Kehidupan dimana ada hitam dan putih yang sesungguhnya nampak jelas, namun terkadang kita lebih memilih “si hitam” dari pada putih yang suci. Terkadang ‘si hitam” terlihat begitu menggoda, sementara si Putih kita belum bisa menangkap pesan tersirat di dalamnya.

Tak ada manusia yang bisa lepas dari dosa. Pun tak ada manusaia yang bisa menghindarinya. Maka sesungguhnya orang terbaik diantara kita adalah bukan yang paling sedikit dosanya tetapi tidak mau menyadarinya. Akan tetapi orang yang terbaik diantara kita adalah orang yang senantiasa menyadari kesalahannya, meski pun dosanya sudah menggunung.
Spirit memperbaiki diri, tidak ada kata terlambat yang ada kita optimalkan jatah waktu yang masih Allah berikan kepada kita. Ingat yang paling dekat dengan kita bukan lain bukan tidak adalah KEMATIAN. Maka sudah sepatutnya kita mempersiapkan diri untuk menjemput kematian. Kematian yang akan menentukan kehidupan abadi. Kematian yang akan menjadi akhir perjalanan kita di dunia. Seberapa bersih jiwa kita, itu yang akan menentukan masa depan kita.

Aktifis Dakwah atau Aktifis Malam?, Dakwah 24 Jam Nonstop

js.ugm.ac.id
Refleksi untuk saudara-saudaraku terkasih di Medan Juang
.......
Wow...super hero mungkin bagi setiap orang yang mendengar ada yang berdakwah setiap harinya 24 jam non stop. Apakah mungkin? Emang ada yang mampu?. Jawabnya nda ada yang ga mungkin dan ga ada yang ga mampu. Kemajuan teknologi itulah yang membuat semuanya mungkin dan semua bisa mampu. Tak terkecuali para aktifis dakwah yang melakukan dakwah 24 jam non stop.

Bueeeeh, luar bisa mereka, berkat FB inilah mereka bisa berdakwah 24 jam. Menariknya ikhwan dan akhwat pun bisa melakukan hal itu. Kalau mungkin bagi ikhwan saya percaya mereka mampu, apa yang akhwat bisa juga? Kan akhwat ada jam malam?moso mau sampai malam di warnet, nanti malah diperkarakan sama takmir dan murabiahnya.

Jawabanya ya bisa lha, hari gini gaul bro, sudah ada laptop sama modem bro, so tancap terus sampai pagi. Kalu di rumah atau dikos kan ga ada jam malam, jadi aman ga ada ustad, ga ada takmir, ga ada murabiahnya yang tahu...he2....cerdas kan gue. Makanya kalau kamu mau, main aja kekosku, kita mabit bareng sambil FB-an. Matep to, dua-duanya dapet.

Kita kan tujuanya baik, niat kita untuk berdakwah, selama tidak chat dengan ikhwan ya gpp lah. Atau kalaupun mau chat yang penting temanya tentang agama ya gpp juga to. Lha wong ini untuk kebaikan. Kan Allah yang menilai niat kita, jadi kita nda perlu takut.

Begitulah kebanyakan kita mungkin, seolah FB sudah menjadi media dakwah satu-satunya. Kita terkadang lupa menjaga ruhiyah dan maknawiyah kita. Penulis pun terkadang lalai, karena asyik buat artikel atapun cerpen sampai larut malam dan kehilangan 1/3 malam terakhir. Intensitas tilawah pun kalah jauh dengan intensitas kita di depan laptop.

Inilah mungkin keberhasilan orang-rang yahudi yang sudah membuat kita terlena. Kita mungkin lebih asyik FB an dari pada Qiyamul lail atau tilawah. Kita lebih asyik menyendiri di warnet atau kamar dari pada bercengkrama langsung dengan saudara-saudara kita. Kultur saling bercengkrama antar ikhwah secara langsung perlahan mulai menipis karena kesibukan kita di depan laptop. Ini yang penulis rasakan, walahu’alam dengan atum saudaraku.

Mungkin inilah yang selama ini mengurangi keberkahan dakwah kita. Kebanyakan kita melanggar prinsip-prinsip yang selama ini diterapkan dalam rangka menjaga assalatu da’wah. Terkadang kita berdalih itu kan dulu, akwat juga punya kebebasan OL sampai tengah malam. Masa ikhwan boleh, tapi akhwat tidak?

Sadaraku terkasih, anti itu istimewa. Saking istimewanya jamaah memberikan waktu-waktu khusus untuk anti. Tidak lain semua aturan itu untuk kebaikan anti. Dan tidak lain kalau anti yang melanggarnya anti sendiri yang rugi.

Mungkin tanpa kau sadari foto-foto yang anti pajang di FB telah menyayat-nyayat hati kami. Kami tidak rela keistimewaan kalian bisa dilihat semua orang. Kami tak akan pernah rela paras wajahmu menjadi sarana perbincangan public.

Saya yakin tujuan anti semua mulia, tapi ingat terkadang sesuatu yang baik tidak selamanya diterima baik karena faktor tempat, waktu, situasi dan kondisi yang berbeda. Tidak semua hal yang baik akan berbuah pahala, karena faktor cara dan dampak negatif lain yang ditimbulkan.

Kita menyadari bahwa kita bukan jamaah malaikat, kita memiliki berbagai kekurangan. Saya pun bukan orang yang baik, Saya juga bukan orang shaleh. Tapi izikan saya mengingatkamu saudaraku, apa yang anti semai akan anti tuai.

Ikhwan wa akhwati fillah, sudah saatnya kita berbenah, FB itu ibarat candu bagi kita, kalau kita tidak bisa mengendalikan, kita yang akan terjerumus. Amalan ruhiyah kita kacau, hafalan blong, ilmu agama pas-pasan. Sebaliknya kita menjadi kader yang lebay-lebay. Tak ada bedanya dengan yang lain.

Padahal kita sudah mengazamkan diri kita sebagai judullah. Apakah Allah rela memiliki pasukan dengan kwalitas yang kita miliki saat ini? Wajar saja sampai saat ini kita belum diberikan kemenangan, karena memang kwalitas kita belum layak untuk mendapatkan kemenangan itu. Semakin hari saya semakin miris melihat tingkah laku kita semuanya yang semakin jauh dari manhaj gerakan dakwah kita.

Saudaraku saat ini pemuda-pemuda dan anak kecil di Palestina sedang di serang dengan rokok oleh Yahudi laknatullah. Tanpa sadar pun sebetulnya kita sedang diserang dengan FB. Kita sedang di creat menjadi pribadi-pribadi yang individualis. Kita sedang di creat untuk mengikuti gaya hidup mereka.

Padahal sunah rasulullah mengajarkan kepada kita setealah selesai shalat isya kita tidur dan bangun 1/3 malam terakhit untuk bermunajat. Tapi yang saat ini terjadi adalah sebaliknya. Saudaraku, kemaksiatan yang kita lakukan saat ini mungkin belum kita rasakan dampaknya, tapi tunggulah sampai Allah menegur atau memberikan balasannya. Semoga kita tidak tergolong orang-orang yang lalai. Amin ya Rabb