Wednesday, 1 February 2012

DOSA 24 JAM SEORANG WANITA di FaceBooK

hiwaitsme.blogspot.com
Prolog: Artikel ini dibuat tidak untuk memojokan berbagai pihak, terutama Wanita. akan tetapi sejauh ini penulis belum menemukan larangan bagi seorang laki-laki memajang fotonya di FB selama tidak memperlihatkan Aurat.
Sehingga pembahasannya difokuskan pada permasalahan Wanita, penulis mengajak kepada laki-laki maupun Wanita untuk mengkaji permasalah ini lebih mendalam lagi, agar supaya KEBERKAHAN HIDUP senantiasa menyertai kita. Dan yang TERPENTING mudah-mudahan kita bisa mengambil IBRAH (Pelajaran).

............................................................
Pernah ada seorang laki-laki Curhat ke Penulis, Beliau GELISAH dengan kondisi "Wanita-Wanita" yang suka menampakan foto-fotonya di FB. terlihat begitu kecewa melihat realita yang terjadi di kalangan kaum hawa saat ini Dengan nada lirih, mungkin dari lubuk hatinya yang terdalam, beliau menyampaikan "saya tidak TERTARIK dengan Wanita-wanita yang memajang fotonya di FB, harusnya mereka bisa lebih menjaga, bukan calon pasangan IDEAL karena BELUM BISA menjaga IZAHNYA (Kehormatannya) dan membiarkan kecantikanya dinikmati oleh orang-orang yang TIDAK BERHAK"
.............................................................

Seorang Wanita yang menampakkan foto dirinya di internet mungkin telah melanggar larangan untuk tidak tabarruj dan sufur. Tabarruj artinya seorang wanita menampakkan sebagian anggota tubuhnya atau perhiasannya di hadapan laki-laki asing. Sedangkan Sufur adalah seorang wanita menampak-nampakkan wajah di hadapan lelaki lain. Oleh karena itu Tabarruj lebih umum cakupannya daripada sufur, karena mencakup wajah dan anggota tubuh lainnya.

Tabarruj diharamkan dalam syariat berdasarkan ayat al-Qur’an dan juga hadits, antara lain: “Dan hendaklah kamu tetap di rumahmu dan janganlah kamu berhias dan bertingkah laku seperti orang-orang Jahiliyah yang dahulu.” (QS. Al-Ahzab: 33)

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu berkata: Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Ada dua kelompok penduduk neraka yang belum pernah aku lihat: kaum yang membawa cemeti seperti ekor sapi yang memukuli orang-orang dengannya dan para wanita yang berbaju tapi mereka telanjang, berlenggak lenggok kepala mereka bagaikan punuk unta yang bergoyang. Wanita-wanita itu tidak masuk surga dan tidak mendapatkan baunya padahal bau surga bisa tercium sejauh sekian dan sekian.” (HR. Muslim no. 3971 & 5098)

Apabilaseorang Wanita menampakkan gambar dirimu di internet lalu dimanakah esensi hijab sebagai al Haya’ (RASA MALU). Sebagai seorang muslimah sejati, tentulah saudariku akan berpikir ribuan kali untuk melakukan hal yang demikian. Padahal Rasullullah Shallallahu’alaih wa sallam bersabda yang artinya: “Sesungguhnya setiap agama itu memiliki akhlaq dan akhlaq Islam adalah malu” sabda beliau yang lain; “Malu adalah bagian dari Iman dan Iman tempatnya di Surga”.

Allah Azza wa Jalla juga menjadikan kewajiban berhijab sebagai tanda ‘Iffah (menahan diri dari maksiat) dalam firman-Nya, "Hai Nabi, katakanlah kepada isteri-isterimu, anak-anak perempuanmu dan isteri-isteri orang mu'min: "Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka". Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal, karena itu mereka tidak di ganggu. Dan Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang." (Al Ahzab: 59)
 
Itu karena mereka menutupi tubuh mereka untuk menghindari dan menahan diri dari perbuatan jelek (dosa), karena itu “mereka tidak diganggu”. Maka orang-orang fasik tidak akan mengganggu mereka. Dan pada firman Allah “karena itu mereka tidak diganggu” sebagai isyarat bahwa mengetahui keindahan tubuh wanita adalah suatu bentuk gangguan baerupa fitnah dan kejahatan bagi mereka. Wallahua’lam

Maka pertanya terakhir, Sudah siapkah anda MENEKAN DELETE BUTTON di FB anda (saudariku)?
Ridhokah laki-laki yang sudah dipersiapkan Allah untuk menjadi pasangan hidupmu?
karena mereka lah yang berhak terhadap kecantikan yang kamu miliki.


Jawabnya: itu hak anda, kami hanya menyampaikan,
walahu a'lam

22 comments:

  1. beberapa hadist yg disampaikan adalah hadist umum, bukan hanya untuk wanita. seperti ini, adakah yg bisa menjamin kl foto putra yg di pampang di Fb tidak ada putri yg melihat dan akhirnya tertarik hingga menjadi fitnah??? artinya itu berlaku untuk kedua belah pihak.

    menjaga pandangan itu di perintahkan untuk perempuan dan laki-laki, bukan laki-laki saja.

    ReplyDelete
    Replies
    1. pada dasarnya saya sepakat. namun perlu pendalaman melalui kajian psikologi laki-laki dan perempuan apakah sama? bagaimana akhlak dan adab dalam berinteraksi diranah public, saya rasa tidak bisa disamakan antara pria dan wanita juga

      Delete
    2. sepakat dg yg mana? it`s ok kl itu dihubungkan dg keamanan, misalnya karena kejahatan di dunia maya seringnya menimpa perempuan dll. tapi ketika itu dihubungkan dg yg namanya dosa. apa semudah itu membuat kata dosa itu melekat ke sebuah tindakan???

      terkait psikologi perempuan dan laki-laki? kl mw dikaji secara lebih mendalam, anatara perempuan yg satu dan yg lain pun berbeda.

      saya hanya tidak sepakat tentang kata dosa itu sendiri. terkait adab diluar rumah memang berbeda. tapi bukan bearti itu bisa dijadikan alasan untuk melabelkan kata dosa untuk sebuah tindakan. seperti yg kita fahami, muka itu bukan aurat yg "harus" ditutup.ya kan? atau mungkin antum punya pemahaman lain terkait ini? meskipun pemahaman antum berbeda, hal itu juga tidak bisa membuat sebuah pelabelan tentang dosa dan tidak. ulama saja juga masih "berdebat" terkait itu.
      saudara saya seorang akhwat, dia tak pernah pasang PP-nya berupa foto, tapi karena suaminya yg meminta, maka dia dg senang hati mengganti PP-nya. apakah itu juga akan dilihat dari sudut pandang dosa 24 jam juga. padahal dia memenuhi permintaan suaminya.


      usul konkrit ya,
      lebih baik tulisan itu diganti dg judul "Dosa 24 jam perempuan tak berjilbab melalui FB". karena jelas, sudah tentu berdosa saat orang lain non mahram melihat auratnya dg sengaja. dia berdosa karena memperlihatkan auratnya dg sengaja, dan bagi yg melihat dg sengaja, juga ada dosanya sendiri.

      afwan kl ada salah pengertian. afwan ilmu saya masih dangkal.

      Delete
  2. saya suka tulisan ini.. hehee
    paling tidak kan bantu kami para pria menjaga pandangan =P

    ReplyDelete
    Replies
    1. apakah sebuah tanggung jawab seorang manusia itu hanya terkait keamanan dirinya sendiri? bagaimana dg konsep kebenaran di masyarakat? tentang penggunaan kata dosa itu sendiri? saya kira seorang muslim perlu memikirkan itu.

      afwan kl kurang berkenan, ilmu saya masih dangkal.

      Delete
  3. mba siji: saya sepakat ini permasalahan khilafiah, jadi banyak perbedaan pandangan di kalangan ulama mengenai wanita di ranah public. sebetulnya memang kalau kita merujuk ke dalil nakli yang terang-terangan melarang akhwat memajang foto di FB menag sy belum menemukan. dan kenapa saya mengatakan itu dosa sebutulnya hasil riset saya dibeberapa artikel dan video. secara sederhana saya memahami perbuatan itu bisa dikatakan dosa bukan semata-mata karena ada dalil naqli yang melarang atau memerintahkan.

    akan tetapi sebuah dosa juga bisa terjadi ketika perbuatan yang kita lakukan mendukung, mengarahkan, atapun menyebabkan sesorang melakukan perbuatan dosa.

    yang paling mendasar pada kasus ini adalah zina mata bagi seseorang yang melihat dengan nafsu wajah seorang wanita. sebetulnya tidak hanya di PP akan tetapi semua foto2 wanita narsis yang dipajang disemua FB nya. dalam hal ini foto wanita tadi bisa dikatakan sebagai pemicu terjadinya sebuah dosa.

    maka dalam hal ini secara jelas kita belum bisa menggantungkan permasalahan ini ke dalam dalil naqli karena sampai sekarang belum saya temukan hujahnya. kalau diartikel ini saya sampakan beberapa hujah itu sebagai upaya memahamkan pembaca, bahwa ada kemungkinan perbuatan itu termasuk tabaruj ataupun sufur.

    Atau bisa juga dikaitkan dengan al-haya yang sangat berkorelasi dengan keimanan. karena menurut pandangan hemat saya. semakin tinggi tingkat keiman sesorang maka mereka akan semakin berhati hati dalam setiap tindakan. termasuk memasang foto di FB akan dipertimbangkan lebih banyak manfaatnya atau malah mudharatnya,

    makanya say sangat sepakat bahwa takwa menurut umar bin khattab adalah hati-hati. contoh sederhana berdasarkan pengamatan saya, bahwa temen2 akhwat saya yang ada dipondok pesantren dan SKI terlihat lebih menjaga dalam hal pemasangan foto di FB. setelah saya telusuri ternya ini sangat berkaitan erat dengan kwantitas dan kwalitas amalan yaumiah mereka

    Jagi sayaberani mengambil kesimpulan bahwa semakin sesorang itu dekat dengan Allah dengan intensitas amalam yaumiahnya, maka saya yakin mereka akan lebih berhati-hati

    dalam hal hujjah saya menggunakan al maslahah al mursalah yang mengambil sebuah hukum dengan melihat seberapa besar manfaat dan mudharatnya.

    sempat saya juga berdiskusi dengan salah seorang ustad. beliau menyampaikan bhwa memang beliau belum menemukan hujahnya, akan tetapi hal ini bisa dikaitkan dengan adab. kira-kira pantas ga kalau foto yang narsis, yang notabenya hanya boleh dilihat oleh kalangan keluarga tapi di public. beliau juga menyampaikan kesedihannya ketika melihat foto-foto kemesraan pasangan suami istri yang di publickan. sangat2 tidak ahsan dan tidak layak foto2 mesra di publickan walaupun sepasang suami istri

    selain itu kasus rekan anti itu bisa kita identifikasi melalui niat awalnya. untuk apa itu dilakukan ? dan apa alasanya? kalau hal ini tidak bisa dijawab secara syar'i makan keduanya sudah sama-sama berdosa. walahu'alam,

    afwn ane masih terus belajar dan mengkaji masalah ini

    ReplyDelete
  4. mba siji: saya sepakat ini permasalahan khilafiah, jadi banyak perbedaan pandangan di kalangan ulama mengenai wanita di ranah public. sebetulnya memang kalau kita merujuk ke dalil nakli yang terang-terangan melarang akhwat memajang foto di FB menag sy belum menemukan. dan kenapa saya mengatakan itu dosa sebutulnya hasil riset saya dibeberapa artikel dan video. secara sederhana saya memahami perbuatan itu bisa dikatakan dosa bukan semata-mata karena ada dalil naqli yang melarang atau memerintahkan.

    akan tetapi sebuah dosa juga bisa terjadi ketika perbuatan yang kita lakukan mendukung, mengarahkan, atapun menyebabkan sesorang melakukan perbuatan dosa.

    yang paling mendasar pada kasus ini adalah zina mata bagi seseorang yang melihat dengan nafsu wajah seorang wanita. sebetulnya tidak hanya di PP akan tetapi semua foto2 wanita narsis yang dipajang disemua FB nya. dalam hal ini foto wanita tadi bisa dikatakan sebagai pemicu terjadinya sebuah dosa.

    maka dalam hal ini secara jelas kita belum bisa menggantungkan permasalahan ini ke dalam dalil naqli karena sampai sekarang belum saya temukan hujahnya. kalau diartikel ini saya sampakan beberapa hujah itu sebagai upaya memahamkan pembaca, bahwa ada kemungkinan perbuatan itu termasuk tabaruj ataupun sufur.

    Atau bisa juga dikaitkan dengan al-haya yang sangat berkorelasi dengan keimanan. karena menurut pandangan hemat saya. semakin tinggi tingkat keiman sesorang maka mereka akan semakin berhati hati dalam setiap tindakan. termasuk memasang foto di FB akan dipertimbangkan lebih banyak manfaatnya atau malah mudharatnya,

    makanya say sangat sepakat bahwa takwa menurut umar bin khattab adalah hati-hati. contoh sederhana berdasarkan pengamatan saya, bahwa temen2 akhwat saya yang ada dipondok pesantren dan SKI terlihat lebih menjaga dalam hal pemasangan foto di FB. setelah saya telusuri ternya ini sangat berkaitan erat dengan kwantitas dan kwalitas amalan yaumiah mereka

    Jagi sayaberani mengambil kesimpulan bahwa semakin sesorang itu dekat dengan Allah dengan intensitas amalam yaumiahnya, maka saya yakin mereka akan lebih berhati-hati

    dalam hal hujjah saya menggunakan al maslahah al mursalah yang mengambil sebuah hukum dengan melihat seberapa besar manfaat dan mudharatnya.

    sempat saya juga berdiskusi dengan salah seorang ustad. beliau menyampaikan bhwa memang beliau belum menemukan hujahnya, akan tetapi hal ini bisa dikaitkan dengan adab. kira-kira pantas ga kalau foto yang narsis, yang notabenya hanya boleh dilihat oleh kalangan keluarga tapi di public. beliau juga menyampaikan kesedihannya ketika melihat foto-foto kemesraan pasangan suami istri yang di publickan. sangat2 tidak ahsan dan tidak layak foto2 mesra di publickan walaupun sepasang suami istri

    selain itu kasus rekan anti itu bisa kita identifikasi melalui niat awalnya. untuk apa itu dilakukan ? dan apa alasanya? kalau hal ini tidak bisa dijawab secara syar'i makan keduanya sudah sama-sama berdosa. walahu'alam,

    afwn ane masih terus belajar dan mengkaji masalah ini

    ReplyDelete
  5. oke, terkait ahsan dan tidak ahsan, saya sepakat. tapi tidak semudah itu menganggap itu sebuah dosa. urusan itu dosa atau tidak selama kita tidak menemukan dasar yg jelas, tidak bisa kita menyebut seperti itu. kecuali kalau ijtihad ulama mengatakan itu dosa.

    gini akh, menurut antum apa iya, semua akhwat yg majang foto mereka itu berniat untuk menggoda ikhwan?atau mungkin laki-laki pada umumnya. semua akan kembali ke niat kan?

    afwan, jzk

    ReplyDelete
    Replies
    1. saudaraku mb. sijie: semoga Allah senantiasa menurunkan rahmatnya ke anti. saya ingin bertanya apa dasar stetment anti "urusan itu dosa atau tidak selama kita tidak menemukan dasar yg jelas, tidak bisa kita menyebut seperti itu. kecuali kalau ijtihad ulama mengatakan itu dosa." ?

      begini ukh,

      selama saya belajar fiqih, saya memahami ada perbedaan keempat imam dalam menggunakan urutan Nas untuk menentukan sebuah perkara, salah satunya adalah Imam malik yang mengurutkan mulai dari Al-Qur'an, Sunah, ijma, Qiyas, Qoul sahabat, Al maslahah al mursalah, sududz dzariyah dan perbuatan ahli madinah

      jadi jelas tanpa ijtihad dari ulama, kita pun bisa mengatakan suatu perbuatan itu dosa atau tidak. dalam kontek masalah ini kita bisa mengambil nas melalui al-maslahah al murshalah (kemaslahatan yang terlepas)

      permasalahan ini akan coba saya analogikan,
      saya tanya juga sama anti? kira-kira ada nda ijtihad ulama yang mengatakan kita harus mematuhi rambu-rambu lalu lintas?
      setahu saya hukum kenapa kita harus mematuhi lalu lintas itu dari al-maslahah al murshalah. karena jelas jika seseorang tidak mematuhi ramburambu lalau lintas ia bisa mencelakakan orang lain, Sehingga berdosa hukumnya ketika kita tidak mematuhi rambu2 lalau lintas.

      analogi yang kedua
      Pada masa khalifah umar berkuasa beliau menetapkan keputusan bagi setiap prajurit diberikan batas waktu maksimal 3 bulan dalam medan perang. dan setiap 3 bulan sekali harus pulang memenuhi kebutuhan biologisnya. Keputusan ini diambil setelah banyak keluhan dari istri prajurit yang ditinggal terlalu lama oleh suaminya. dalam kondisi ini ketika Umar bin khattab sudah tahu bahwa maksimal seorang perempuan paling lama bisa menahan syahwatnya selama 3 bulan maka beliau bisa di capa sebagai pemimpin yang zalim.

      pertanyaanya apakah ada ijtihad ulama terhadap persoalan itu? lagi2 ini diambil nasnya dari al-maslahah al murshalah .Inilah indahnya Islam yang mengatur semua dimensi kehidupan agar semua berjalan sesuai syariat Allah

      untuk poinya kedua, diawal saya sudah menyampaikan, mungkin tujuan dan niat mereka sangat mulia dan tidak ada sebesitpun maksud untuk menggoda Ikhwan. Akan tetapi perlu diingat walau niat seorang akhwat itu baik namun ketika perbuatan yang dilakukan mengundang kemaksiatan dan kemudharatan yang besar maka tetap ia akan mendapat dosa terhadap perbuatan yang sudah dilakukannya itu

      Permasalahannya disini yang paling dirugikan adalah orang yang melihat, terlebih kalau akhwat itu cantik. bagi yang masang mungkin tak ada beban sedikitpun. Tapi bagi yang melihat? memang kita dituntut menundukan pandangan, akan tetapi judtru foto itu memancing kita untuk melihat.

      jadi secara sedehana saya menyimpulkan bahwa permasalahan ini kita bisa menggunkan nas al-maslahah al murshalah.
      kita kupas satu satu mudharatnya dari hasil komunikasi dan share dengan teman2 laki=laki yang bukan kader:
      ini mungkin berlaku untuk laki-laki kebanyakan, kalau ikhwan saya juga tidak berani menyamakan:
      1. Naluri laki-laki menyukai perempuan pertama melihat dari paranya yg cantik atau tidak
      2. laki-laki itu rasa penasaranya tinggi, ketika banyak foto maka dia kan memperhatikan dengan detail seluruh bagian tubuh perempuan
      3. laki-laki akan sulit menjaga matanya ketika melihat foto orang cantik
      4. ketika laki-laki memandang denga syahwat jelas akan merusak hatin dan pikiran
      dan masih banyak lainyya

      saya rasa tanpa seorang akhwat memajang fotonya di FB pun tak berpengaruh terhadapa dakwahnya di FB..walahu'alam
      mudah2n Allah membuka pintu ilmunya untuk kita dan membuka hati2 kita untuk menerima kebenaran bukan membenarkan sesuai keinginan kita tanpa berdasar ilmu yang jelas. amin ya rabb

      Delete
    2. sudah mempelajari sejauh mana tentang psikologi perempuan? itu sran saya. biar tulisan ini imbang. saya tidak maslah dg saran antum terkait akhwat seharusnya tidak memasng foto di FB. seorang ikhwan pun ketika dia memasang foto di FB dan ada akhwat atu perempuan yang melihatnya, itu juga bisa jadi zina mata. dosa juga, bukan hanya berlaku untuk wanita saja. gitu....terkait ijtihad, oke saya terima, kita berbeda cara pandang. jzk...afwan

      Delete
    3. belum sepenuhnya saya memahami psikologi perempuan, tapi sudah saya singgung ditulisan terbaru saya ikhwan yg lebay atau akhwat yang tebar pesona. saya cukup heran ketika diskusi dg anti senantiasa diakhiri dengan beda cara pandang, sama dengan debat kursi. Nda mau menerima kebenaran meskipun kebenaran itu ada hujahnya. jadi kita cukupkan sekian saja. tafadhal kalau mau berdiskusi dg yg lain, semoga Allah senantiasa memberikan keluasan ilmu, afwan, jzkilh

      Delete
  6. Jazakallah atas artikelnya..
    Sepanjang saya membaca dan mencoba menelaah apa yang ada di artikel dan beberapa penjelasan dari pertanyaan yang ada di komentar, banyak yang saya 'iya'kan penjelasannya.

    Dalam hal ini, memang sebagian akhwat pun mungkin mempunyai beberapa pendapat yang berbeda. Namun, dari sisi saya sebagai akhwat memang sepakat dengan segala sesuatu yang kita lakukan akan sangat terlihat perbedaan kualitasnya jika didasarkan dengan iman. Dan saya sangat sepakat dengan pernyataan "ketika kadar iman seseorang baik, maka dia akan lebih banyak mempertimbangkan dalam setiap keputusan yang akan di ambil." kurang lebih seperti itu

    Karena saya sendiri pernah merasakan dari perkembangan ilmu dan pendidikan agama yang bertambah, ternyata bertambah pula sikap malu dan kehati-hatian dalam bertindak...
    Dan dari sikap itulah yang ternyata sangat menentukan orang tersebut akan tetap memasang fotonya atau tanpa berpikir panjang langsung mendelete yang sudah terlanjur.

    Afwan, hanya memberikan pandangan saya secara pribadi terkait artikel ini. Secara umum saya sepakat dengan artikel ini.
    jazakallah..

    ReplyDelete
    Replies
    1. sykran ukh, spirit mengingatkan saudara kita

      Delete
  7. Mohon Ijin untuk menyebarkan Tulisan ini.. Terima Kasih.. ^_^

    ReplyDelete
    Replies
    1. monggo mas odenxs, saling bertukar pemahaman

      Delete
  8. assalamu'alaikum wr. wb.

    sungguh, kalok menurut saya, simple saja, ikutilah aturan Kitabullah dan Hadist-hadist Shahih (enggak shahih ya kurang tau saya)

    misal :

    1. jaga diri sendiri dulu sebelum mengingatkan orang lain
    2. tidak pantaslah orang mengingatkan orang yang lebih tau darinya
    3. janganlah ikuti nafsu (buruk)
    4. apa yang menurutmu kamu sukai (baik / buruk) , mungkin saja itu tidak baik untukmu , sungguh Allah SWT sangat lebih mengetahui dari hambanya (tersebut)

    sebelumnya saya sudah baca baca sumber.

    bagaimana saudaraku? apakah kalian sudah mengoreksi diri, jika belum benar, sungguh, aneh jika kalian mengingatkan tetapi kalian lebih buruk daripada yang kalian ingatkan , apalagi seperti bunyi sebuah hadist " orang yang mengingatkan sesama (muslim) tetapi dia sendiri tidak melakukannya ibarat lilin yang menerangi orang lain tetapi membakar dirinya "

    ReplyDelete
  9. Assalamu'alaikum
    Bismillahirrahmanirrahim,,

    syukron akhi,,,
    buat kita semua, alangkah baik'y jika kita tidak membesarkan ego & prinsip pandangan hidup. islam itu indah, islam itu mencintai kedamaian,berdiskusi dimaksudkn supaya tercapai keselarasan disetiap pendapat yang berbeda & menemukan titik terang yg bisa menyatukan kita sbg umat. bukan'y mnjdkn kita angkuh pd pandangan diri sendiri & menimbulkan perpecahan umat,, kita sbg umat hanya bs brusaha mencari kebenaran & membetulkan yang salah. tentu'y didasarkan dr kitab suci alqur'an & hadist yg sahih. cobalah buka mata hati kita,. ingat "kaum yahudi lh yg menciptakan FB".. fb bs menjadi ladang penghasil dosa. & juga bisa menjadi ladang penghasil amalan pahala.gunakan sebaik mngkin, jauhi hal yg d rasa akn mnimbulkan kerugian pd diri kita,, & jangan kita saling berperang pikiran. iblis itu licik, & pikiran adl tempat termudah iblis merusak iman se"orang. jaga baik" ukhuwah islamiyah kita bersama.

    kurang lebih'y sy mohon maaf bila ada kata yg salah & kurang berkenan dihati.

    smoga kita senantiasa mendapat lindungan & Hidayah Allah SWT.
    amin :),

    ReplyDelete
  10. Assalamualaikum ijin share Ƴɑ̤̥̈̊ ataw chopas,, semoga bidadari surgaku bisa di bukakan hatinya!!

    ReplyDelete
  11. buat para akhwat...
    karena ukhti adalah seorang perempuan, mungkin ukhti belum merasakan betapa mirisnya kami selaku kaum laki-laki terhadap fenomena ini, saya sendiri juga sampai saat ini tidak bisa ikhlas jika kecantikan calon istri saya bisa dinikmati semua orang.. saya sepakat dengan tulisan ini.. memang tulisan ini menjawab salah satu kegelisahan saya selama ini.. Semoga kita semua lebih berhati - hati.. :')

    ReplyDelete
  12. Jazaakallahu khair akhi...saya sepakat dgn artikelnya, In Shaa Allah bermanfaat

    ReplyDelete